Sudah merencanakan agenda liburan saat akhir pekan? Jika belum, Inovasee
akan menyarankanmu untuk berlibur di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kabupaten dengan slogan “Berirama” ini mempunyai banyak destinasi
liburan yang menyenangkan, tidak hanya dari segi wisata yang melimpah,
namun juga kebudayaan dan juga kuliner tentunya. Purworejo memiliki
segudang makanan khas yang patut kamu coba saat berkunjung kesana.
Makanan ini tak akan kamu temukan di daerah yang lainnya lho, jadi
benar-benar tak boleh kamu lewatkan.
1. Hitam manis si dawet ireng
Wah segar ya siang-siang minum segelas dawet. Dawet merupakan minuman
asal Banjarnegara yang berisi cendol. Nah, Purworejo punya dawet versi
sendiri yang biasa disebut Dawet ireng (hitam). Dawet ireng berasal dari
daerah Butuh, Purworejo. Uniknya dari minuman ini, butiran dawet
berwarna hitam. Warna hitam ini diperoleh dari abu jerami yang dibakar
kemudian dicampur dengan air, kemudian digunakan sebagai pewarna dawet.
Keunikan lainnya yaitu dalam penyajiannya, jumlah dawet lebih banyak
daripada kuahnya dan juga santan yang digunakan untuk kuah biasanya
diperas langsung dari bungkusan serabut kelapa. Dengan ditambagkan
sedikit es, dawet ireng akan sangat menyegarkan jika diminum pada siang
hari kan, jangan lupa mencicipi ya. (Via resepterbaru.com)
Sebagai teman makan dawet ireng, boleh sambil mencicipi geblek.
Geblek sendiri sebenarnya makanan khas dari Kabupaten Kulon Progo,
Purworejo dan juga Wonosobo, keunikan geblek dari tiap-tiap daerah ini
terletak pada cita rasanya yang unik dan berbeda antara satu dengan yang
lainnya. Geblek terbuat dari tepung singkong dengan bumbu bawang yang
kemudian digoreng hingga gurih. Cara menikmati geblek ini bisa dengan
dimakan langsung saat masih hangat maupun mencampurnya dengan saus
kacang. Dengan bentuk bulat atau seperti setengah angka 8 masyarakat
juga menyebutnya gelangan. Kamu bisa menemukan geblek ini di sekitar
pasar Baledono, alun-alun Purworejo, ataupun pasar Jenar. Bisa
membayangkan gurihnya? Yuk berburu geblek! (Via cookpad.com)
3. Renyahnya rengginang khas lebaran
Dari namanya yang tidak asing, kamu pasti tau apa itu rengginang.
Rengginang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari beras ketan yang
digoreng hingga renyah, bentuknya bulat dan agak gepeng. Makanan ini
merupakan makanan wajib ada saat lebaran. Biasanya rengginang disuguhkan
kepada tamu saat lebaran datang. Rengginang juga cocok kamu jadikan
oleh-oleh karena makanan ini tahan lama lho walaupun dibuat dengan bahan
tradisional dan tidak menggunakan pengawet.
(Via michellecharissa.blogspot.co.id)
4. Gurih renyah lanting
Makanan khas Purworejo yang satu ini berbentuk bulat, hampir seperti
geblek, namun warnanya coklat keemasan. Terbuat dari singkong yang
diolah kemudian digoreng hingga sedikit keras dan gurih. Lanting
mempunyai bentuk lebih kecil dari krimpying, bulat seperti cincin.
Makanan satu ini cocok apabila dijadikan oleh-oleh karena tahan lama
walaupun tidak mengandung bahan pengawet. (Via rzonlinestore.blogspot.co.id)
5. Warna-warni cenil yang bikin ketagihan
Makanan satu ini bisa dibilang unik, hal ini sudah terlihat dari
warna-warnanya yang cantik. Cenil terbuat dari pati ketela pohon atau
tepung kanji yang diolah sedemikian rupa, diberi warna kemudian direbus.
Bentuknya ada yang bulat-bulat kecil seperti kelereng ada juga yang
berbentuk kotak. Disajikan dengan ditaburi parutan kelapa dan gula pasir
kemudian dibungkus dengan daun pisang. Kamu wajib mencobanya jika
mampir ke Purworejo ya. Cenil biasa dijajakan di pasar-pasar tradisional
sehingga mudah ditemukan. (Via jepretanlensa.blogspot.com)
6. Uniknya clorot
Nah, makanan khas yang satu ini bentuknya bisa dibilang unik karena
berbentuk lonjong dan menyerupai terompet. Clorot terbuat dari tepung
beras yang dicampur dengan gula merah kemudian dibentuk menyerupai
terompet dan dibungkus dengan janur kuning (daun kelapa) lalu direbus.
Cara makan clorot ini terbilang unik karena kamu tak perlu repot membuka
bungkusnya, kamu hanya perlu menekan janur yang ada di unjung kemudian
clorot akan keluar dengan sendirinya. Clorot sendiri saat ini sudah
sulit ditemukan, namun kalau kamu ingin berburu clorot kamu bisa mampir
di pasar Grabag.
(Via ksmtour.com)
7. Si hitam manis kue lompong
Kue lompong berasal dari Kutoarjo, Purworejo, dengan warna hitam dan
rasa yang manis. Warna hitamnya didapat dari batang talas atau lompong
yang direbus hingga hancur dan dicampur dengan adonan kue. Saat
menggigit kue ini kamu akan mendapati kacang sebagai isiannya sehingga
rasanya makin enak. Kue lompong dibungkus dengan daun pisang kering yang
biasa disebut klaras. Klaras ini juga membuat rasa kue lompong makin
unik dan khas.
Kuliner Khas Purworejo
Reviewed by Unknown
on
19.32
Rating: 5
“One of the very nicest things about life is the way we must regularly stop whatever it is we are doing and devote our attention to eating.” — Melinda Utari
Newsletter
Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar